Kau menjauh dari hatiku
dapat kubaca dari matamu
yang selalu kau palingkan dari mataku
Kini hatimu mengeras
kurasakan dari kata-katamu yang dingin
Aku mengerti kau ingin lari dariku
Tapi makin kau paksa,hatimu makin terikat
Ku tahu ku ingin mengabaikanmu
dan makin ku diam, makin membuncah rinduku
Haruskah kita menjerat hati
Seperti ini, seperti begini
Akan sampai kapan ku dengan marahmu
sekaligus ku dengan sayangmu
Akan sampai kapan kutahan sayangku
hingga satu titik aku marah padamu
Dengar aku cintaku..
Aku takkan pernah membencimu
Maka jangan pernah memintaku begitu
Pahami aku sayangku
Rasa untuk ini masih untukmu
Kumohon jangan tanyakan lagi
Sabtu, 18 Juli 2009
Rabu, 15 Juli 2009
From my deepest heart
Yang paling benci didengarnya
adalah penjelasanku..
Tapi, ada benarnya juga
Semua ini sudah terlalu jelas
untuk diulang-ulang..
Dia memintaku membencinya
Agar dengan mudah ia membenciku
Tapi, aku tak bisa
Lebih dari itu..Aku tak mau
Maka saat kata-kata tak berarti lagi
Aku tak keberatan melewati waktu
Hanya untuk saling terdiam
Mendengar desah nafas dan meresapi luka
Baginya..menyayangiku adalah kriminalnya
Bagiku..menyambut rasanya adalah kejahatanku
Berpisah hanya akan saling menyakiti
Tapi, bersama pun tak kalah menyakitkan
Tak adil bagiku menanti senyumnya
Mengharapkannya selembut dulu
Setelah memporakporandakan
hati dan pikirannya
Sementara ia masih merindukan tawaku
Tak pantas untukku
menerima maaf dan terima kasihnya
Juga ucapan sayang terindah
Yang dalam dan pedih
Sementara tanganku yang menoreh luka untuk kali pertama
Ingin sekali memeluknya
Membiarkannya menghempaskan
segala beban dan marah dalam hening
Tapi, aku tak tahu apa aku punya kesempatan
dan ku tak tahu maukah dia memelukku?
Betapapun waktu tak bisa diputar
Bagaimanapun keadaan tak bisa ditarik agar tak terjadi
Tapi, tak pernah bisa mengingkari
Kita pernah saling mengisi
Kita pernah saling berbagi
Semuanya indah, semuanya berharga
Walau kita menutup mata
Bahwa semuanya luka, dan mungkin semuanya kosong
Tak bergeser kemanapun
Tak mengubah apapun
Aku sayang padamu
seperti kau sayang padaku
Terima kasih telah membuatku
pernah merasa begitu istimewa..
adalah penjelasanku..
Tapi, ada benarnya juga
Semua ini sudah terlalu jelas
untuk diulang-ulang..
Dia memintaku membencinya
Agar dengan mudah ia membenciku
Tapi, aku tak bisa
Lebih dari itu..Aku tak mau
Maka saat kata-kata tak berarti lagi
Aku tak keberatan melewati waktu
Hanya untuk saling terdiam
Mendengar desah nafas dan meresapi luka
Baginya..menyayangiku adalah kriminalnya
Bagiku..menyambut rasanya adalah kejahatanku
Berpisah hanya akan saling menyakiti
Tapi, bersama pun tak kalah menyakitkan
Tak adil bagiku menanti senyumnya
Mengharapkannya selembut dulu
Setelah memporakporandakan
hati dan pikirannya
Sementara ia masih merindukan tawaku
Tak pantas untukku
menerima maaf dan terima kasihnya
Juga ucapan sayang terindah
Yang dalam dan pedih
Sementara tanganku yang menoreh luka untuk kali pertama
Ingin sekali memeluknya
Membiarkannya menghempaskan
segala beban dan marah dalam hening
Tapi, aku tak tahu apa aku punya kesempatan
dan ku tak tahu maukah dia memelukku?
Betapapun waktu tak bisa diputar
Bagaimanapun keadaan tak bisa ditarik agar tak terjadi
Tapi, tak pernah bisa mengingkari
Kita pernah saling mengisi
Kita pernah saling berbagi
Semuanya indah, semuanya berharga
Walau kita menutup mata
Bahwa semuanya luka, dan mungkin semuanya kosong
Tak bergeser kemanapun
Tak mengubah apapun
Aku sayang padamu
seperti kau sayang padaku
Terima kasih telah membuatku
pernah merasa begitu istimewa..
Jumat, 10 Juli 2009
buat "dia yng rahasia"
Seperti kehilangan-kehilangan yang lalu
Aku tersakiti seperti selalu
Setelah luka-luka tersembuhkan
Aku tak ingin membuat celah baru
Salah jika ku terdiam?
Salah jika ku mawas diri?
Salah jika ku mau ku sendiri dulu?
Dan "dia yang datang"
Diri yang menyapaku lebih dulu
Aku tak ingin merindukan sapaanmu
di kemudian hari
Entah benar entah tidak
entah rasa entah biasa
sesekali aku mempertanyakan
adakah perhatian itu wajar saja?
Terkadang, aku pura-pura tak mengerti
Tapi kadang aku benar-benar tak mengerti
Tentang kata yang begitu manis
Aku tak tahu, bahkan mungkin tak perlu tahu
perasaan yang dia miliki untukku
Yang aku tahu hanya hatiku
Yang selalu berusaha ku bentengi
agar tak jatuh pada hati yang bukan untukku
Sebelum..semua terlalu jauh
mengikuti kekhawatiran dan ketakutanku
Sebelum..kurasakan kehilangan
aku ingin katakan bahwa
aku tak pernah kehilangan sesuatu yang tak pernah kumiliki
Tuhan,..bantu aku
agar tak menyisakan hatiku
untuk cinta yang tak bermuara padaMu
jangan biarkan aku memenuhi otakku
dengan seseorang yang takkan bisa ku raih kelak
Aku tahu aku tak tahu
tentang kisah hidup di hari depan
namun, biar saja ku tapaki jejak hari ini
sebagai sesuatu yang harus terjadi hari ini
Semua senyum itu, semua kata2 indah itu
dan seluruh perhatian dan kebaikan itu
akan ku syukuri selayak nikmat2Mu
karena Kau kirimkan aku
seorang Sahabat...
Pelihara kami, mohon pelihara hati kami
Jaga kami agar tak larut dengan indah dunia
yang semu dan sementara..
Aku tersakiti seperti selalu
Setelah luka-luka tersembuhkan
Aku tak ingin membuat celah baru
Salah jika ku terdiam?
Salah jika ku mawas diri?
Salah jika ku mau ku sendiri dulu?
Dan "dia yang datang"
Diri yang menyapaku lebih dulu
Aku tak ingin merindukan sapaanmu
di kemudian hari
Entah benar entah tidak
entah rasa entah biasa
sesekali aku mempertanyakan
adakah perhatian itu wajar saja?
Terkadang, aku pura-pura tak mengerti
Tapi kadang aku benar-benar tak mengerti
Tentang kata yang begitu manis
Aku tak tahu, bahkan mungkin tak perlu tahu
perasaan yang dia miliki untukku
Yang aku tahu hanya hatiku
Yang selalu berusaha ku bentengi
agar tak jatuh pada hati yang bukan untukku
Sebelum..semua terlalu jauh
mengikuti kekhawatiran dan ketakutanku
Sebelum..kurasakan kehilangan
aku ingin katakan bahwa
aku tak pernah kehilangan sesuatu yang tak pernah kumiliki
Tuhan,..bantu aku
agar tak menyisakan hatiku
untuk cinta yang tak bermuara padaMu
jangan biarkan aku memenuhi otakku
dengan seseorang yang takkan bisa ku raih kelak
Aku tahu aku tak tahu
tentang kisah hidup di hari depan
namun, biar saja ku tapaki jejak hari ini
sebagai sesuatu yang harus terjadi hari ini
Semua senyum itu, semua kata2 indah itu
dan seluruh perhatian dan kebaikan itu
akan ku syukuri selayak nikmat2Mu
karena Kau kirimkan aku
seorang Sahabat...
Pelihara kami, mohon pelihara hati kami
Jaga kami agar tak larut dengan indah dunia
yang semu dan sementara..
Kamis, 02 Juli 2009
Tribute to the Extraordinary One
Mendengarmu membuatku mengerti
Mengapa dunia mencintaimu
Aku hanya ingin katakan yang kupikirkan
Andai aku lahir 10 tahun lebih cepat
Mungkin sebagian hidupku,
tumbuh dengan inspirasimu
Jika aku mengerti lebih awal
Mungkin aku akan lebih mencintaimu
....Lebih dari ini....
Sekarang aku tahu
Mengapa dunia menangis untuk pergimu
Karena aku tahu
Dulu mereka tersenyum dengan oleh karyamu
Semua mimpimu tentang kedamaian dunia
Semua tanyamu tentang hidup
Memberi kami jawaban tentang arti kepedulian
Dirimukah lilin kehidupan itu?
Yang terang menerangi bumi
Tetapi membakar diri sendiri
Saat mereka katakan
Kau pergi dengan kesakitan fisik dan emosi
Aku mencoba mengerti
Kusutnya benang
Tetap takkan mampu menandingi kerumitan hati
Entah apa yang kau sembunyikan untukmu sendiri
Atau apa saja yang kau tunjukan pada dunia
Aku mulai mencintaimu
Meski kubertanya mengapa kulakukan ini
Justru saat bumi siap memeluk tubuhmu
Untukmu yang luar biasa
Untukmu yang mendamaikan tidurku
Untuk kisah hidupmu yang mencengangkanku
Untuk impian hebat yang kau perjuangkan
Untuk tangisan saat kau kehilangan sesuatu yang tak tersentuh
Untuk segala yang kau lakukan untuk dunia
Terimalah cinta dunia untukmu
Tenang saja, sebab dunia takkan pernah melupakanmu
Bahkan kau masih menumbuhkan cinta
Ketika sudah habis waktumu untuk memberi
Mengapa dunia mencintaimu
Aku hanya ingin katakan yang kupikirkan
Andai aku lahir 10 tahun lebih cepat
Mungkin sebagian hidupku,
tumbuh dengan inspirasimu
Jika aku mengerti lebih awal
Mungkin aku akan lebih mencintaimu
....Lebih dari ini....
Sekarang aku tahu
Mengapa dunia menangis untuk pergimu
Karena aku tahu
Dulu mereka tersenyum dengan oleh karyamu
Semua mimpimu tentang kedamaian dunia
Semua tanyamu tentang hidup
Memberi kami jawaban tentang arti kepedulian
Dirimukah lilin kehidupan itu?
Yang terang menerangi bumi
Tetapi membakar diri sendiri
Saat mereka katakan
Kau pergi dengan kesakitan fisik dan emosi
Aku mencoba mengerti
Kusutnya benang
Tetap takkan mampu menandingi kerumitan hati
Entah apa yang kau sembunyikan untukmu sendiri
Atau apa saja yang kau tunjukan pada dunia
Aku mulai mencintaimu
Meski kubertanya mengapa kulakukan ini
Justru saat bumi siap memeluk tubuhmu
Untukmu yang luar biasa
Untukmu yang mendamaikan tidurku
Untuk kisah hidupmu yang mencengangkanku
Untuk impian hebat yang kau perjuangkan
Untuk tangisan saat kau kehilangan sesuatu yang tak tersentuh
Untuk segala yang kau lakukan untuk dunia
Terimalah cinta dunia untukmu
Tenang saja, sebab dunia takkan pernah melupakanmu
Bahkan kau masih menumbuhkan cinta
Ketika sudah habis waktumu untuk memberi
Langganan:
Postingan (Atom)
