Jumat, 26 Juni 2009

2 minggu yang penuh

Hi My Blog..miss u to post u some

Tadi udh posting di twitter juga dengan tema yang sama 'Dua Minggu yang Penuh'. Well, penuh banget dengan waktu2 jatuh, bangun, jatuh lagi, dan bangun lagi. Tapi, bukankan karakteristik hidup itu memang seperti itu, penuh dengan kegagalan juga pencapaian2 agar kita terdidik untuk lebih dewasa dan lebih smart setelah sebuah keterpurukan. Dan bukankah orang yang terlalu lama dudukpun akan merasa pegal dan tidak nyaman? jika menjalani up and down-nya hidup adalah suatu kemestian, itu adalah kemestian yang indah. Yang bahaya ketika kita jatuh, lalu memilih untuk terpuruk dan hancur di dalamnya.

Di minggu ini kejadian2 besar di hidup aku terkuak dan terurai satu persatu. Minggu dimana sebuah kebohongan terorganisir akhirnya terbongkar secara sporadis. Untuk seseorang yang kami hormati, kami tidak bermaksud menyembunyikan apa2 dari siapa2, tapi, ketakutan kami membuat kami terpaksa menundanya sampai waktu yang dirasa tepat.
Hanya saja..jika kau harus tahu dari penglihatanmu dan bukannya dari mulut kami, kami serahkan segala pandangan dan pendapatmu pada-Nya. Maaf..Maaf sekali, harapan kami semoga tidak ada lagi kesalahpahaman, tidak terulang lagi kesakitan2 seperti bertahun silam. Cukup, jangan ledakkan lagi kebencian. Tidak ada..tidak ada permusuhan apa2 di antara kita..kami menyayangimu, berterimakasih padamu dengan sepenuh hati.

Minggu ketika kerinduan harus terbungkus rapat, ketika kehilangannya selama 1 minggu, ketika tak ada dirinya untuk menceritakan hal2 paling tidak penting dan paling rahasia sekalipun. Aku mulai bertanya tentang keinginanku akan dirinya. Tapi, ya belum saatnya. Pertanyaan demi pertanyaan untuk hubungan ini sementara harus dipending dalam waktu yang belum bisa ditentukan.

Dalam minggu yang meaningfull ini juga aku merasa dicambuk saat merasa sedang diawang2. Dan yang paling disesalkan adalah kecemasan yang dalam akibat kesalahan masalalu. Aku harus menanggung perasaan itu dalam hari yang tidak terduga ketika sebuah skandal misterius beredar tanpa kontrol. Tapi, aku tahu Tuhan mengajariku nilai sebuah introspeksi, dalam pengertian yang sesungguh-sungguhnya. Jika menyadari kehidupan seseorang bisa saja terhenti dan hancur seketika hanya karena kesalahan tolol masalalu, bahkan yng hampir ingin dilupakan. Hati2 dalam menentukan tiap langkah, sekecil apapun, mungkin itu yang paling berasa. Dan peredam kecemasan yang paling tenang hanyalah pasrah, pasrah dan kembali pada Allah. Menyerahkan segala keputusan pada Yang Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Allah yang menutupi aib2 kita. Alah yang Maha Menyayangi, yakin bahwa dengan cinta-Nya, Dia tidak akan membiarkan kita jatuh. Dan Ia, Sang Maha Penjawab Doa dalam waktu yang tak lama, melalui mulut hambaNya, menyampaikan kabar yang mementahkan semua kecemasan dan ketakutanku. Alhamdulillah..

My lil'l angel sedang belajar memperjuangkan dirinya, hal ini seperti menggiring aku ke kejadian 2 tahun silam. I just say i'll try my bessstt to support you, sama seperti yang dulu pernah kakak bilang padaku dalam suasana yang kurang lebih sama. Aku akan membantu semampuku, semaksimal aku bisa, tapi yang utama tetap dari diri kamu, tetap semangat dan jangan menyerah karena, percaya dech suatu hari nanti kamu akan tersenyum mengenang saat2 ini dan bersyukur karenanya. Jangan lupa doa itu :"Allahuma yatsir walatu atsir", wahai Allah Yang Maha Memudahkan, mudahkanlah kami. Tolong mudahkan kami.

2 Minggu itu, aku hampir kelelahan menjalani hari, hampir ingin menyerah. Tekanan, keadaan, dan sikap diri membuat semuanya seolah berantakan. Tapi, selalu ada jalan terang di ujung jalan. Bukankan malam yang paling gelap adalah pertanda segera turunnya fajar. Aku inget lagunya S07 yang baitnya : Padamkan sekejap warna-warni duniamu, saat kau mulai kehilangan arah. Yah, itu yang kulakukan. Berhenti sejenak dari beban2 yang memberatkan pundak. Memadamkan kobaran2 yang belum mampu ku redam, memanjakan sifat introvert sesaat, dan membiarkan aku sendiri hanya untuk berpikir, merenung, baca, dan kadang ngelamun yang ga penting, begitulah selama beberapa hati.
Hingga satu persatu ilmu2 yang pernah dipelajari, kata2 penuh semangat dari orang2 yang istimewa, keyakinan, membuat aku bangun lagi, semangat lagi, dan merasa siap bangkit dari keadaan ini, bahkan ditambah dengan menghidupkan satu mimpi baru, target2, untuk memacu diri.

Terusan lagu tadi : Nyalakan sejenak warna-warni duniamu, saat berjalanmu kembali tegaaapppp...And World!!! Take a look at me, insyaAllah aku siap menghadapi dan menjalani kehidupan aku lagi, dengan lebih baih, setelah semua hikmah2 dan pelajaran dari kejadian2 ini, semoga aku bisa lebih cerdas dan bijaksana menyikapi kehidupan selanjutnya.

Aku selalu ingat bahwa, Allah akan menguji hamba2 yang disayangi-Nya, bahwa kita hidup dari satu ujian ke ujian lainnya, bahwa hidup tanpa ujian adalah hidup yang tidak layak dihidupi, apapun pandangan kita tentang ujian, bagaimanapun kekhawatiran kita menghadapi ujian. Tapi satu hal, Allah sendirilah yang akan melepaskan ujian2 yang melilit diri kita setelah ujian2 itu membersihkan dosa2 kita, ato setelah Allah meningkatkan derajat kita dengan ujian itu. Wallahu'alam..

Semoga bisa jadi pengingat kalo suatu saat aku lupa ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar